Nadia Annisa punya cerita…

Siapa tau aku bisa jadi Penulis terkenal…

Hari ini hari yang kubenci 19 Agustus 2009

Filed under: Cerita Nadia... — bitramindo @ 20:13

Hari ini aku merasa beda. Merasa kayak ada yang kurang. Teman dekatku banyak yang gak masuk, hanya ada aku dan Chika. “Mau kemana loe…” tanyaku ke Chika. “gue pengen pulang, abis engga ada orang laen…” kata Chika.

“Elo yang salah, lagian dateng ke sekolah jam 11.00 siang, orang masuknya jam 12.30″ kataku. “Hai, selamat siang…” sapa Silvi. “hai juga..” jawabku dan Chika.

Silvi: ” Nisa tukeran file yuk…”

Annisa: “ah silvi… ketinggalan tempat filenya..”

Chika: “gue lagi males Sil..”

“Hai..!” sapa Aviana , kami bertiga ngacir keluar, “sini aku ceritain… Viana orangnya galak banget, kita salah sedikit aja deh dia pasti marah, dikit-dikit ngomel”

“Vi jangan ngomel ya, aku minta tolong dong ambilin tasku dong…”

 

Teman Jail 19 Agustus 2009

Filed under: Cerita Nadia... — bitramindo @ 20:02

Waktu itu disekolah ada 2 anak yang senang menjaili orang, namanya Annisa dan Andika, padahal mereka sangat kesal bila diledek atau dijahati. Ada anak lain yang senang mereka jaili, misalnya Sultan, Bagas, Adil, Hafizh, Gading dan Indi.

Tak peduli pagi, siang, sore dan malam, mereka terus menjaili orang. Pada suatu hari Indi mendapatkan hukuman. Memangnya apa kesalahan Indi..? kesalahan Indi adalah Indi tidak membuang sampah pada tempatnya.

Sultan: “kasihan Indi harus dihukum…”

Annisa & Andika: “Iya lah daripada enggak..”

Adil: “udah..anak orang.. kasihan..”

Annisa: “ya iya anak orang, kata siapa anak kucing..!”

Setelah selesai memberi hukuman mereka membeli makanan.

Indi: “wah capek banget..”

Annisa: “makanya… buanglah sampah pada tempatnya, siapa tahu kalau dihukum orang lain hukumannya bisa lebih parah..”

Sultan: “salah penjelasan… begini, kita harus selalu membuang sampah pada tempatnya, kalo engga…lebih parah lagi harus membersihkan WC. Maaf ya Indi bukannya jahat, penyiksaan anak ataupun bullying..! kita semua saling menyayangi, kita kan hanya memberi pelajaran…”

Annisa: “ya Indi, betul apa yang diucapkan Ucha..!”

Sultan: “kok pada manggil aku Ucha sih… kenapa…?”

Annisa: “gini Cha, nama kamu Sultan kan…”

Sultan: “iya.. terus..”

Annisa:  “jujur…emang semua manggil kamu Ucha, coba kamu lihat tulisan di spandukmu… tulisannya pasti Ucha Cell… tau nggak.. kadang-kadang Andika ngomong Bagas, Ucha dan Sultan, kirain ada 3 orang tapi kok cuman ada dua…eh ternyata Ucha sama Sultan sama aja…”

Sultan: “iya sih waktu kecil aku gak bisa ngomong Sultan, bisanya Ucha..”

Semua tertawa mendengar hal itu…

by: Nadia Annisa Sholihah | Maret 2009 | waktu kelas 3

 

Tasya Aulia 19 Agustus 2009

Filed under: Cerita Nadia... — bitramindo @ 19:44

Di tahun 2009 ada anak kelas 3B yang sangat senang tersenyum, Tasya namanya. Tasya berambut sangat panjang. Dia orang yang ramah, lembut juga tomboy. Suatu hari Tasya sedang bermain.

Chika: “Tasya dipanggil bu Atikah…!”

Gading: “Cepat…! lama banget sih!”

Tasya: “santai aja kali…”

Ucha: “Lama…cepat turun dari lapangan”

begitu Tasya turun tiba-tiba matanya ditutup dari belakang

Tasya: “siapa ini..?”

Gading: “Aku..”

Tasya: “Gading…buka..mataku sakit..!”

Saat matanya dibuka, Tasya langsung kaget

Nisa: “Happy Birthday Tasya…”

Ucha: “1..2..3.. lempar…!”

Tasya pertama-tama dilempar telur, lalu terigu danyang terakhir disiram air minum.. Wow keren… baju, rok, rambutnya basah

Tasya: “Thank You Friend, dah perhatian sama aku…”

Nisa, Chika, Gading, Ucha, Hafizh, Adil, Iis, Effry: “your welcome Tasya..kita kan teman”

by: Nadia Annisa Sholihah

 

Dizing Nailz 23 Desember 2008

Filed under: Cerita Nadia... — bitramindo @ 06:24
Tags: ,

Suatu hari, Nai pergi jalan-jalan dengan sahabatnya Auliya Ananta Putri. Saat diperjalanan rante sepeda Auliya copot, ”yah….rante sepedaku copot, Nai tolongin dong!!!!” kata Auliya dengan sedikit menangis. ”iya…iya… aku betulin tapi nanti jajanin aku es krim ya, Au???!!!!” kata Nailz meminta upah. ”ya sudah nanti ku beri bagaimana setuju tidak kamu?” jawab Auliya ke jawa-jawa-an. ”tapi…es krim yang harga nya berapaan?” tanya Nai ”yang harganya…500 mau engga?” tanya Auliya. ”hu….dikit banget sih engga setuju tau….” kata Nai marah. ”ya udah deh 5000, Aku kan bawa 50.000, aku 5000 kamu 5000 impaskan!!!!!” jawab Auliya.

Setelah kesepakatan jadi ,betullah rante sepeda Auliya ”nah…gimana Au? Jadi kan kesepakatannya?” tanya Nai tak sabar, ”iya,iya tunggu sampai pemasaran baru nanti kamu minta apa yang es krim tapi kalau harganya lebih dari 5.000” aku tonjok kamu”, kata Auliya, ”huh…….galak juga ya anak mami.Cuucuucu….he..he..he” kata Nai setelah sampai pemasaran Nai dijajani es krim monas 2 karena 1 harga es krim serba 2.500 ”Thank you ya Au!!” kata Nai sambil menjilat es krim ”Your welcome aja kale,lagian aku bawa duit banyak ini, 50.000” jawab auliya ”Tapi gara-gara aku betulin rante kamu aja kan!kamu malah bayar 5.000, aku rasa Terima kasih aja kali ya,abisnya aku malu” kata nai” Ahh….Engga apa-apa aku ikhlas kok ngasih duit ke kamu lagian kan aku kasihan sama kamu abisya tangan kamu udah kotor dekil lagi abisnya aku takut kalo kamu nanti dibilang anak kampungan, 100% sorry ya aku cuma ngasih 5000” kata Auliya, ”Tapi sorry,kamu padahal engga perlu bayar aku kan cuma bercanda sebenarnya”

The end.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.